Rajut Kerukunan, Tokoh Lintas Agama Batam Sepakat: Persatuan Kunci Menuju Kota Madani

Batam – Sarasehan Kerukunan Umat Beragama digelar di Kota Batam, Minggu (30/8/2026), mengusung tema “Merajut Kerukunan dan Memperkuat Persatuan, Bersama Membangun Batam yang Maju dan Madani”. Sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian acara pelantikan pengurus DPD LDII Kota Batam masa bakti 2026-2031 di Aula Engku Hamidah, lantai 4 Kantor Wali Kota Batam, dan menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama sebagai narasumber.

Perbedaan yang Tak Dijaga Berpotensi Picu Konflik

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, Prof. Dr. Ir. H. Chablulah Wibisono, M.M., mengingatkan bahwa perbedaan antarumat beragama, jika tidak dipelihara dengan baik, berpotensi menimbulkan konflik. Ia memaparkan konsep mewujudkan kerukunan beragama dalam bingkai kebangsaan yang mampu mengikat seluruh kelompok sosial di tengah masyarakat.

Kerja Sama Konkret Cegah Kehancuran akibat Perpecahan

Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kepulauan Riau, Dr. H. Zulkifli Aka, M.Si., menekankan pentingnya peran yang konkret dan kerja sama nyata antarumat beragama agar dapat lebih teraktualisasi di tengah masyarakat. Ia turut mencontohkan sejumlah negara yang hancur akibat gagal menjaga kerukunan dan persatuan di antara warganya.

Empati Lebih Tinggi dari Toleransi

Ketua Parisada Hindu Dharma Kepulauan Riau, Dr. I Wayan Catra Yasa, menyampaikan bahwa empati memiliki level yang lebih tinggi dibandingkan sekadar toleransi, seperti menyediakan tempat ibadah di lingkungan kerja bagi rekan yang berbeda keyakinan. Ia turut memaparkan hasil disertasinya mengenai toleransi dan kerukunan beragama di Batam serta pengaruhnya terhadap stabilitas kota.

Salah satu temuan dalam disertasinya menyebutkan bahwa konflik justru lebih rentan terjadi di zona-zona yang homogen. Ia menegaskan konsep dasar bahwa semua manusia pada hakikatnya bersaudara.

LDII Dinilai Sudah Terbuka bagi Semua Kalangan

Ketua Al Washliyah Batam yang juga menjabat Direktur Halal Kepulauan Riau, Khairudin Nasution, S.H., M.H., menyampaikan pandangannya bahwa LDII selama ini telah menunjukkan sikap yang terbuka di tengah masyarakat. Ia turut memperkenalkan peran Al Washliyah sebagai organisasi yang kerap menjadi penengah dalam berbagai dinamika sosial keagamaan.

Konsep Madani ala Kota Madinah

Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota Batam, H. Syamsul Ibrahim, S.Pd.I., menjelaskan asal-usul konsep madani yang merujuk pada bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun Kota Madinah, yang saat itu berkembang di tengah keberagaman suku namun tetap menjaga eksistensi masing-masing kelompok.

Ia menilai kondisi Kota Batam yang heterogen memiliki kemiripan konteks, sehingga mewujudkan Batam yang madani memerlukan dukungan dan kontribusi dari semua pihak tanpa terkecuali.

Bersama Wujudkan Batam yang Maju dan Harmonis

Melalui sarasehan ini, para tokoh lintas agama Kota Batam sepakat bahwa menjaga kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan kerja bersama yang harus terus dirawat dan diperjuangkan. Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas agama dalam mewujudkan Kota Batam yang maju, aman, dan madani bagi seluruh warganya.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *